Dalam rangka membagi kebahagiaan dan meneruskan jejak Sunan Gunung Jati, pada hari Kamis (12/04/2012), Bupati Cirebon, Drs. H. Dedi Supardi, MM memberikan santunan kepada 2000 anak yatim piatu di masjid Al-Ikhlas Talun.
Acara tersebut dihadiri oleh para Pejabat, Ketua DPRD, Anggota DPRD Kabupaten Cirebon, Ketua DPD PDIP Jawa Barat beserta simpatisan, Ketua MUI Kabupaten Cirebon serta sejumlah undangan.
Pemberian santunan tersebut dimaksudkan agar para yatim piatu tidak merasa berkecil hati serta dapat berbagi kebahagiaan sesama umat, sehingga warga masyarakat di Kabupaten Cirebon bisa merasakan kebahagiaan atas keberhasilan pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon.
Acara Tausyiah yang disampaikan oleh KH. Mustafa Aqil Syirod menyampaikan wajib hukumnya bagi kita untuk memperhatikan serta menyantuni anak yatim piatuI ini merupakan perintah Allah SWT, karena dari sebagian rizki yang kita dapatkan ada hak yatim piatu dan fakir miskin.
Kegiatan tersebut diakhiri dengan ramah tamah antara Bupati Cirebon dengan para pejabat dan anak yatim piatu.
(Rully, Edy.S – Diskominfo)
The titanium case, paired with a sunburst silver dial and vivid azure, makes for a sleek and modern-looking Monaco. When introduced in the 1970s as another way for Heuer to put its new automatic caliber 11 into the world (the first automatic chronograph caliber to reach commercial production), the Monaco was the avant-garde alternative to the more staid Carrera. It was big and bold and square.