Ribuan pengunjung padati lapangan parkir makam Sunan Gunung Jati desa Astana untuk menyaksikan Pawai Ta’aruf dalam menyambut lomba Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-41 tingkat Kabupaten Cirebon pada Jum’at (07/09/2012) di Kecamatan Gunungjati Kabupaten Cirebon.
Meskipun sinar matahari begitu menyengat tubuh, tidak menyurutkan semangat para peserta pawai dari 40 Kecamatan untuk mengelilingi daerah sekitar parkiran makam Sunan Gunung Jati. Bupati dan Wakil Bupati Cirebon beserta isterinya, unsur Muspida Kabupaten Cirebon yang diikuti para kepala dinas se-Kabupaten Cirebon juga memberikan semangat dengan melambaikan tangan kepada para kontingan pawai.
Perwakilan dari setiap kecamatan menampilkan kesenian daerahnya masing-masing. Hal ini memperlihatkan betapa kayanya seni budaya Kabupaten Cirebon. Kehadiran marching band juga menambah kemeriahan dalam berjalannya acara pawai ta’aruf tersebut. Kegiatan ini menjadi hiburan tersendiri bagi ribuan masyarakat sekitar yang menyaksikannya.
(Benandi/Edy.S, Diskominfo)
You could say that this section is the summary of the second chapter, where all specifics were described in detail, the authors have been capable of transforming this text into very useful tables and pictograms.
Kanazawa, means “marsh of gold,” and you couldn’t come up with a more poetic name for the birthplace of these dials. On that jet-black marshy surface, the gold enameling almost looks like applied markers and text. The fact that this is all done layer-by-layer, all by hand, on a curved and unforgiving surface goes to show how much of a master Isshu Tamura truly is. I can imagine that owning one of his dials and looking at it closely every day would never cease to amaze me.
view details