Perwosi Kabupaten Cirebon menggelar Lomba Senam Massal dan Goyang Dumang yang diikuti kaum perempuan dari seluruh OPD dan Kecamatan Kabupaten Cirebon, Jum’at (24/04/2015) yang dilepas secara langsung oleh Penasehat Perwosi Kabupaten Cirebon Hj. Wahyu Tjiptaningsih, SE berlangsung di Lapangan Pataraksa Sumber.
“Senam Massal dan Goyang Dumang dilaksanakan dalam rangka Hari Kartini ke-136 dan merupakan program kerja Perwosi untuk menunjang kemajuan olahraga khususnya kaum wanita di Kabupaten Cirebon yang tidak kalah dengan perjuangan Raden Ajeng Kartini yang terbukti sekarang kaum wanita sejajar dengan kamu laki-laki” hal itu disampaikan oleh Ketua Perwosi Kabupaten Cirebon Ny. Hj. Darini Tasiya Soemadi.
Hj. Darini menambahkan Visi Perwosi adalah membentuk wanita Indonesia yang sehat dan bugar sehingga tercipta keluarga sejahtera yang cinta oleharaga. Karena Perwosi mempunyai tugas melaksanakan kegiatan yang bersifat keolahragaan bagi wanita dan anak-anak.
Dalama rangka Hari Kartini kita tingkatkan semangat kualitas hidup perempuan melalui melalui olahraga sehat bersama, diharapkan semua elemen organisasi ikut berpartisipasi memeriahkan dengan kegiatan positif seperti senam massal dan lomba goyang dumang.
.(Bens/Dede K, Diskominfo)





I got what you mean , thanks for posting.Woh I am happy to find this website through google.
It is safe to say that in the 1990s, luxury watchmaking as we know it today was still in its infancy. The Quartz Crisis was still a vivid memory, and the idea of watchmaking as an emotional luxury experience was still something brands and customers had to get the hang of.
The hip-pocket business soon became a full-time profession with the addition of a storefront in Portland, Oregon. Originally, the wares were somewhat limited to vintage wrist and pocket watches such as Hamilton, Gruen, Omega, Rolex, railroad watches, etc., but living simply and reinvesting profits in more valuable and collectable items propelled the business forward, and Watchworks’ fame grew.